Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANTAMAL IX MELAKSANAKAN UPACARA TUJUHBELASAN BULAN MEI TAHUN 2012

  

Bertempat di Lapangan Apel Mako Lantamal IX, Senin (21/05) dilaksanakan upacara bendera tujuhbelasan bulan Mei tahun 2012. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Komandan Lantamal IX Kolonel Marinir Bambang Hullianto. Dalam upacara tersebut, Inspektur Upacara membacakan amanat dari Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., mengenai berbagai kemudahan diperoleh melalui sarana dan media komunikasi yang berkembang pesat dewasa ini khususnya dalam mengikuti perkembangan situasi yang terjadi berikut segala kecenderungannya baik dalam lingkup global, regional maupun Nasional.

            Pada lingkup global dan regional, pola interaksi antar kawasan atau antar Negara demikian dinamis dengan mengedepankan kepentingan nasional masing-masing Negara, bermuaranya berbagai kepentingan nasional itu, tentunya akan menghadirkan berbagai pola hubungan antar Negara dan antar kawasan yang amat bervariai serta saling terkait. Kondisi tersebut harus diikuti hingga detail – detail kecenderungannya, khususnya terkait masalah keamanan kawasan yang terkait dengan tugas – tugas TNI diforum internasional dalam mengemban amanat konstitusi. Pada lingkup nasional kita dapat menyimak dinamika perkembangan politik nasional yang secara perlahan menuju kearah tersebut. Pemerintah mengimplementasikan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah dengan tiga harapan yaitu yang Pertama munculnya kemandirian yang digerakkan oleh kreativitas dan inovasi daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya, seperti sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dapat mendukung dan memperkokoh pembangunan Nasional dalam bingkai NKRI. Kedua, tumbuhnya modal sosial dan bentuk partisipasi masyarakat yang akan menumbuh kembangkan komitmen kepercayaan, toleransi dan kerja sama dalam meningkatkan solidaritas sosial yang berkorelasi positif dengan kinerja pembangunan dan kualitas kehidupan demokrasi yang lebih baik. Ketiga, terbangunnya tata hubungan yang baik antara Pemerintah Pusat dan Daerah secara proporsional, harmonis dan produktif dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan Bangsa.

            Dalam akhir amanat, disampaikan beberapa atensi dan harapan untuk digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas yaitu :

Pertama, pelihara dan tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai wujud amaliah nyata dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sekaligus sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas para prajurit sekalian.

Kedua, tingkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan guna membangun kapasitas diri dalam rangka membangun kapabilitas TNI sebagai alat dan komponen utama pertahanan Negara, serta sebagai instrument diplomasi Militer internasional yang solid, professional, berwawasan kebangsaan serta mencintai dan dicintai rakyat.

Ketiga, jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas prajurit TNI baik internal maupun antar angkatan, serta tingkatkan semangat dan antar jiwa korsa yang positif, terutama dalam menyikapi perbedaan pendapat atau bentuk – bentuk kesalahpahaman yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari baik antar sesame prajurit TNI maupun dengan Polri dan masyarakat.

Keempat, amalkan secara nyata nilai – nilai setiap butir Delapan Wajib TNI di tengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami banyak cobaan. Hormati setiap nilai kearifan lokal dimanapun prajurit dan PNS TNI bertugas dan berada.

Kelima, tingkatkan pembinaan satuan dengan mengedepankan kepemimpinan lapangan dengan penuh simpati, keteladanan dan pengayoman. Kekang segala naluri primitif yang cenderung negatif dan merusak Citra prajurit dan PNS TNI secara citra satuan.

Keenam, tingkatkan koordinasi, integrasi dan komunikasi dengan Pemerintah Daerah dan komponen Bangsa lainnya, sehingga kondusifitas daerah yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan nasional dan daerah dapat tercapai dengan baik. Optimalkan setiap peluang pengabdian sesuai kemampuan dan batas kemampuan TNI, guna membantu terwujudnya kesejahteraan dan keamanan serta ketahanan masyarakat.

Dalam pelaksanaan upacara tujuhbelasan bulan Mei tahun 2012 di Lantamal IX dilaksanakan pembancaan UUD tahun 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri. Upacara di Lantamal IX juga dihadiri oleh Para Kadis / Kasatker, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Lantamal IX. (DISPEN LANTAMAL IX)

posted @ Tuesday, September 25, 2012 1:09 AM by Dispen Lantamal IX

Previous Page | Next Page