Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANTAMAL IX TERLIBAT DALAM SIMULASI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI KOTA AMBON TAHUN 2012

   

Jum’at,(30/11). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku yang bekerja sama dengan instansi – instansi terkait melaksanakan gladi simulasi bencana gempa bumi dan tsunami di Desa Nania kecamatan Baguala kota Ambon. Adapun yang terlibat pada gladi simulasi tersebut antara lain Koramil/01 Baguala, Lantamal IX Ambon, BMKG kota Ambon, Tim SKPD Provinsi Maluku, Basarnas, PMI, Pemadam kebakaran, Puskesmas Desa Nania, Tagana kota Ambon dan Masyarakat Desa Nania kota Ambon.

Sebelum melaksanakan gladi simulasi, Mayor Laut (P) Indra Dhanny yang kesehariannya menjabat sebagai Pabandya Opslat Sops Lantamal IX, kali ini bertindak sebagai Instruktur yang menjelaskan skenario pelaksanaan gladi simulasi, dimulai dari seluruh masyarakat melaksanakan aktifitas seperti biasa dan lalulintas di jalur utama trans Passo ke bandara padat, dan seketika terjadi gempa bumi tektonik 8.2 Skala Richter, pusat gempa 145 KM selatan Ambon di kedalaman 30 KM dan berpotensi tsunami, selanjutnya BMKG kota Ambon menginfokan hal tersebut melalui sms kepada Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH., Ketua BPBD, Camat Baguala, Raja Nania, sekdes Nania dan instansi lainnya.
                                                  


       Terjadi kepanikan di desa Nania, setelah info gempa disampaikan melalui loadspeaker masjid, lonceng gereja dan teriakan masyarakat. Tim siaga desa Nania yang diperintahkan bapak Raja Nania memandu evakuasi mandiri melalui jalur evakuasi menuju penampungan akhir bertempat di SLBN Nania dan para guru memerintahkan murid – muridnya untuk di evakuasi, di penampungan akhir yang didirikan posko kesehatan, dapur umum dan lainnya.

Disaat yang sama kepala BPBD kota Ambon melaporkan kepada Walikota Ambon untuk menetapkan status siaga tanggap darurat. Dalam simulasi terdapat Enam orang korban yang diantaranya tiga orang luka dan tiga orang meninggal dunia diantaranya diakibatkan oleh tertimpa bangunan rubuh, kecelakaan lalu - lintas dan korban terseret ombak. Dalam mengevakuasi korban di laut Perahu karet Yonmarhanlan IX berhasil menolong korban tenggelam dibantu oleh Basarnas, selanjutnya para korban dibawa dengan menggunakan mobil ambulance, ke penampungan akhir di Sekolah Luar Biasa (SLB) Desa Nania.  Simulasi pun berakhir, dan kegiatan akhirnya berjalan lancar, serta seluruh korban dapat diievakuasi sesuai dengan rencana.

Pada sambutannya Walikota Ambon mengucapkan terima kasih kepada instansi – instasi terkait dan masyarakat nania yang telah melaksanakan program penanggulangan bencana ini dengan sungguh sungguh sehingga simulasi dapat terlaksana dengan baik. Bapak walikota menambahkan, kegiatan simulasi ini juga sekaligus untuk memberi pemahaman dan pelajaran kepada masyarakat khususnya di kota Ambon mengenai cara menyikapi jika terjadi bencana gempa bumi dan tsunami mengingat Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi dan tsunami. (DISPEN LANTAMAL IX)

 

posted @ Saturday, December 1, 2012 5:51 AM by Dispen Lantamal IX

Previous Page | Next Page