Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANTAMAL IX MENGIKUTI UPACARA PENAIKAN BENDERA MERAH PUTIH DI NEGERI HITUMESSING

 

63 tahun lamanya bendera merah putih berukuran 226 cm X 143 cm yang dijahit tangan oleh pejuang wanita asal Maluku, Ny. Jainab Pelu, pada tanggal 27 Desember 1949 silam masih tersimpan dengan baik dalam sebuah peti kayu di rumah Raja Hitumessing. Dibacakan sejarah singkat peristiwa pengibaran bendera Merah Putih di Negeri Hitumessing, Para pemuda pejuang Maluku berjuang dengan tekad dan semangat patriotisme yang tinggi mulai menampakan diri secara terbuka untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa Konferensi Meja Bundar (KMB) menghasilkan pengakuan kedaulatan oleh Belanda kepada Bangsa Indonesia, maka di instruksikan kepada pejuang untuk menaikkan Bendera Merah Putih sebagai suatu penghormatan terhadap peristiwa tersebut.

Penaikan Bendera merah putih awalnya disepakati di Negeri Tulehu, namun suasana pada waktu itu tidak mengijinkan Bendera  dinaikkan di Tulehu, sehingga atas tekad dan keberanian para Pemuda Maluku dari Negeri Hitumessing, dipimpin oleh H. Ibrahim Pelu meminta dan mengusulkan supaya Bendera Merah Putih tersebut dinaikkan di Negeri Hitumessing. Setelah sepakat, H. Ibrahim Pelu tanpa memikirkan resiko menuju  Ambon dengan berjalan kaki untuk membeli kain merah putih yang akan dinaikan pada pengakuan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 di Negeri Hitumessing untuk seluruh Rakyat Maluku.

  

Maka untuk mengenang peristiwa tersebut, setiap tahun selalu diadakan upacara pengibaran bendera merah putih di Negeri Hitumessing. Kamis (27/12). Wakil Komandan Lantamal IX Kolonel Laut (P) B Ken Tri Basuki, serta 1 SST Prajurit Bataliyon Marinir Pangkalan IX (Yonmarhanlan IX) mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih tersebut.  

Dalam upacara tersebut  Bendera Merah putih dikibarkan oleh Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) dari siswa – siswi SMA di kecamatan Laihitu, Maluku Tengah. Pada upacara itu pula dibacakan pernyataan sikap anggota pemuda Panca Marga oleh perwakilan Pemuda Maluku. Mengingat kembali peristiwa perjuangan para pemuda Hitumessing pada waktu itu, bertujuan untuk mempersatukan pemuda Hitu Lama dan Hitumessing, serta masyarakat Maluku agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan NKRI demi berkibarnya sang merah putih di tanah Maluku.  (DISPEN LANTAMAL IX)

 

posted @ Friday, December 28, 2012 3:51 AM by Dispen Lantamal IX

Previous Page | Next Page