Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANTAMAL IX MELAKSANAKAN UPACARA BENDERA 17-AN BULAN FEBRUARI

   
 

Senin (18/02/2013). Seluruh personel Lantamal IX telah melaksanakan upacara bendera tujuhbelasan yang rutin dilaksanakan setiap bulan di lapangan apel Markas Komando (Mako) Lantamal IX Ambon. Pada upacara tersebut Wakil Komandan Lantamal IX Kolonel Laut (P) B Ken Tri Basuki bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), dihadiri pula oleh Asrena Danlantamal IX Kolonel Laut (S) Sigit Agung Wibowo, SE., dan Aslog Danlantamal IX Kolonel Laut (T) Didik Joko Sukmono, serta Para Kadis/Kasatker Lantamal IX, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Lantamal IX Ambon.

Dalam rangkaian upacara bendera, dilaksanakan pembacaan teks Pancasila oleh Irup yang diikuti oleh seluruh peserta upacara, pembacaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga serta pembacaan Panca Prasetya Korpri oleh perwakilan prajurit dan PNS Lantamal IX. Selanjutnya dibacakan pula data pelanggaran personil Lantamal IX oleh Kaset Pomal Lantamal IX Lettu Laut (PM) Sumadi, S.H.

                                          

Pada amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E yang dibacakan oleh Wakil Komandan Lantamal IX menyampaikan, bahwa ditinjau dari aspek pertahanan Negara, kemampuan dan profesionalitas TNI semakin meningkat, pembangunan TNI yang dilaksanakan sesuai dengan konsep Minimum Essential Force (MEF) ditunjukan untuk mengembangkan TNI yang tidak saja terlatih, namun juga memiliki tingkat kesiapan yang memadai dalam penugasan, di dukung dengan upaya modernisasi kekuatan dan alat utama sistem persenjataan.

Kesungguhan pemerintah saat ini dalam menata pertahanan dan keamanan Negara tidak hanya diproyeksikan untuk menghadapi musuh dari luar, tetapi juga secara cerdas pemerintah telah menyiapkan kemungkinan berkembangnya perang Hibrida dan masalah terorisme di dalam Negeri. Tren Barl ancaman yang populer disebut sebagai Perang Hibrida (Hybrid War) yaitu strategi militer yang memadukan antara perang konvensional, perang yang tidak teratur dan ancaman Cyber Warfare baik berupa serangan nuklir, senjata biologi dan kimia, alat peledak improvisasi, serta perang informasi.

Diakhir amanat Panglima TNI juga menyampaikan beberapa harapan kepada seluruh prajurit TNI untuk dijadikan pedoman dalam setiap melaksanakan tugas, Pertama, untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud amaliah nyata dari Sapta Marga dan sumpah prajurit. Kedua, menjaga dan meningkatkan soliditas dan  solidaritas, baik internal satuan, antar Angkatan maupun dengan Polri, serta seluruh komponen bangsa lainnya. Ketiga, pegang teguh dan amalkan komitmen netralitas TNI dalam menyikapi dinamika kehidupan politik.

Keempat, pegang teguh disiplin dan loyalitas dan amalkan secara nyata butir Delapan Wajib TNI di tengah kehidupan Masyarakat guna semakin memantapkan kemanunggalan TNI – Rakyat, diatas semangat Bhineka Tunggal Ika. Kelima, agar melaksanakan optimalisasi peran TNI dalam konteks pemberdayaan wilayah pertahanan, wilayah perbatasan dan pulau terdepan secara terkordinasi bersama pemerintah daerah dan instasi terkait lainnya, dalam rangka membantu percepatan pembangunan Nasional khususnya pembangunan yang dapat menyentuh langsung kepada kebutuhan Masyarakat. (DISPEN LANTAMAL IX)

posted @ Tuesday, February 19, 2013 11:51 PM by Dispen Lantamal IX

Previous Page | Next Page