Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANTAMAL IX LAKSANAKAN PENENGGELAMAN BARANG BUKTI SITAAN BERUPA 2 KAPAL IKAN ASING DI TELUK AMBON

    

Sejak diserahkan dari KRI Abdul Halim Perdana Kusuma – 355 kepada Lantamal IX pada tanggal 14 Desember 2014, maka Lantamal IX segera melaksanakan proses hukum lanjutan di darat terhadap KM. Century 4 dan KM. Century 7 yang keduanya berbendera Papua Nugini dengan ABK keseluruhannya berkewarganegaraan asing (Thailand). Kapal kapal eks Thailand tersebut didapati sedang mencari ikan di wilayah perairan ZEE Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen dan ijin resmi dari Pemerintah Indonesia.

Pada tanggal 18 Desember 2014,  keluar Penetapan Pengadilan Negeri Ambon yang memberikan ijin kepada Lantamal IX untuk menenggelamkan barang bukti sitaan berupa kapal KM Century 4 dan KM. Century 7 yang kemudian segera direspon oleh TNI AL, dalam hal ini Lantamal IX untuk melaksanakan sesuai penetapan pengadilan. Berbagai persiapan dilakukan antara lain mengamankan ABK dengan menyerahkankannya kepada pihak Imigrasi dan mengosongkan muatan ikan ke tempat penyimpanan yang ditentukan serta persiapan teknis lainnya.

Akhirnya, pada hari Minggu (21/12) pukul 10.00 WIT, dilaksanakan  penenggelaman kapal-kapal tersebut di perairan Teluk Ambon yang dipantau langsung oleh Pangarmatim Laksda TNI Arie H. Sembiring didampingi Wakapuspen TNI Laksma TNI Agus Susilo, Kadispenal Laksma TNI Manahan Simorangkir, Danguskamlatim Laksma TNI Heru Kuswanto, Danlantamal IX Laksma TNI Arusukmono I.S.. Danrem 151/BNY Kolonel Inf Ahmad Marzuki, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Bob Hendri Panggabean, Dirpolair Polda Maluku Kombes Manshur dan Kajati Maluku I Gede Sudiatmaja serta dari perwakilan Pemerintah Daerah. Tindakan penenggelaman kapal-kapal tersebut merupakan komitmen TNI AL dalam rangka menegakkan hukum dan kedaulatan Negara di laut, yang tidak segan segan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum dan kedaulatan di wilayah perairan Indonesia.

          Sebelumnya, kapal-kapal tersebut diperiksa dan dihentikan oleh KRI Abdul Halim Perdana Kusuma – 355 pada tanggal 7 Desember 2014 lalu di Laut Arafura, dipergoki sedang menangkap ikan di perairan ZEE Indonesia atau kurang lebih 4,5 NM dari perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Setelah dilaksanakan pengejaran dan penghentian dengan tembakan peringatan serta dilaksanakan pemeriksaaan, diketahui kapal-kapal tersebut tidak memiliki dokumen dan ijin resmi dari pemerintah RI sehingga harus dikawal untuk diproses hukum lanjutan di darat yang dalam hal ini di Lantamal IX Ambon. (Dispen Lantamal IX)

     

posted @ Tuesday, December 23, 2014 1:12 AM by Dispen Lantamal IX

Previous Page | Next Page