Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANTAMAL IX MELAKSANAKAN UPACARA BENDERA TUJUHBELASAN BULAN SEPTEMBER

  

Bertempat di lapangan apel Mako Lantamal IX Ambon, Senin, (17/09) dilaksanakan upacara Bendera Tujuh Belasan bulan September 2012. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Asintel Danlantamal IX Kolonel Laut (P) Arif Sumartono. Upacara bendera tujuhbelasan merupakan upacara Militer yang rutin dilaksanakan di Lantamal IX Ambon.

            Pada upacara tersebut, Mayor Laut (S) Y. Ari Dwi Warsono, A.Md bertindak sebagai Komandan Upacara. Dengan diiringi lagu Indonesia Raya tepat pukul 08.00 WIT, tiga personel penggerek bendera dari Lantamal IX menaikan bendera merah putih diawali penghormatan pasukan upacara. Dalam rangkaian upacara tersebut, perwakilan prajurit dan PNS Lantamal IX melaksanakan pembacaan Undang – Undang Dasar 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri.

            Dalam Amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E, yang dibacakan  Asintel Danlantamal IX bahwa, maraknya aksi terorisme dan unjuk rasa yang sering menyerang aparat, maraknya konflik berlatar belakang sara, serta maraknya konflik hak atas tanah pada akhir – akhir ini, mengindikasikan adanya suatu skenario yang didalangi oleh pihak – pihak yang memiliki agenda dan kepentingan tertentu, sehingga kesemuanya itu menuntut TNI untuk lebih peka dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan.

            TNI juga harus berpartisipasi aktif dalam mendukung terciptanya rasa aman dikalangan masyarakat, karena walaupun Undang – Undang menetapkan tugas pokok TNI untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI, namun Undang – Undang juga mengamanatkan bahwa TNI berkewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dari berbagai ancaman termasuk aksi terorisme dan konflik Komunal yang ada. Di akhir amanat, Panglima TNI menyampaikan beberapa atensi dan harapan  sebagai pedoman dalam mengemban tugas yaitu:

Pertama, Implementasikan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sebagai landasan moral, etika dan integritas. Kedua, tingkatkan kewaspadaan Nasional terhadap upaya – upaya untuk menggantikan Pancasila dengan idiologi yang lain. Ketiga, waspadai terus gerakan terorisme yang kehadirannya seperti pencuri di malam hari, sulit diprediksi namun tidak akan muncul apabila kita dalam keadaan siap. Terkait aksi terorisme tersebut dan mengatasi terjadinya konflik Komunal, agar satuan teritorial menghidupkan kembali lima kemampuan teritorial yang didalamnya termasuk Intelijen Teritorial. Keempat, bantu tingkatkan kesejahteraan masyarakat dengan ikut berupaya mengatasi kesulitan yang dihadapi agar TNI senantiasa mendapat tempat dihati masyarakat. Kelima, tingkatkan dan pertahankan jati diri TNI yang selalu memegang teguh disiplin, sehingga patut dijadikan teladan oleh masyarakat. (DISPEN LANTAMAL IX).

posted @ Thursday, September 20, 2012 12:35 AM by Dispen Lantamal IX

Previous Page | Next Page